Artikel Terbaru »

Cara memilih jenis kelamin anak sebelum kehamilan

Thursday, January 20, 2011

Kalo ga salah ni info dapet dari babylink waktu searching2 google, mungkin bermanfaat buat temen2. Bagi yang belum cukup umur/blm menikah harap klik tanda x dipojok kanan atas, hehe..
btw buat yg lagi mau buat anak juga selamat mencoba ya, eh mksudya selamat membaca..

Mungkinkah memilih Jenis Kelamin bayi
Secara medis, memilih jenis kelamin bayi sudah sangat dimungkinkan.
Bahkan dengan mengenali sifat sperma, upaya yang lebih praktis dapat
dilakukan sendiri oleh suami-istri.

“Sssst, kalau kepengin anak laki-laki, waktu berhubungan minta saja
suamimu pakai sepatu boot. Lalu posisi saat berhubungan harus miring
ke kanan. Pasti deh nanti anaknya ‘jagoan’!” Saran tersebut terdengar
lucu, tapi itulah salah satu mitos tentang cara mendapatkan anak
berjenis kelamin laki-laki. Masih banyak mitos lainnya, semisal
jenis kelamin anak pertama tergantung pada siapa yang jatuh cinta
lebih dulu. Bila si ayah yang duluan jatuh cinta pada ibu maka
pasangan tersebut akan dikaruniai anak laki-laki. Begitu juga
sebaliknya.

Kondisi ibu yang sedang mengandung pun dipercayai merupakan cerminan
jenis kelamin janinnya. Bila wajah ibu terlihat pucat tetapi rajin
berdandan kemudian bentuk perutnya mirip telur dan condong ke bawah
diyakini janinnya berjenis kelamin perempuan. Namun, bila wajah ibu
terlihat kusam, malas berdandan, penuh jerawat, penampilannya cuek,
dan bentuk perut menonjol ke atas maka bayinya laki-laki.

Tak cuma kita di Indonesia saja yang mengenal mitos-mitos seperti
itu. Masyarakat Jepang pun punya kepercayaan-kepercayaan serupa.
Mereka misalnya percaya bahwa jenis kelamin anak yang bakal lahir
bisa diramal dari bulu kuduk anak sebelumnya. Jika bulu kuduknya
menyebar, maka anak berikutnya pasti laki-laki. Namun bila bulu
kuduk anak sebelumnya menyatu, maka anak berikutnya perempuan.

Yang jelas, munculnya mitos-mitos itu menunjukkan adanya tuntutan
pada sebagian orang untuk mendapatkan anak dengan jenis kelamin
tertentu.

Tuntutan yang ada kemudian memunculkan spekulasi tentang apa jenis
kelamin anak yang akan lahir. Dari situlah mitos terbentuk. Belum
lagi mitos mengenai cara-cara mendapatkan anak laki-laki atau
perempuan dari yang kedengarannya masuk akal hingga yang tidak.

Umpamanya, untuk mendapatkan anak perempuan, ibu harus banyak
makan makanan yang manis-manis. Hal ini tentu berlawanan dengan
anjuran dokter, karena makanan manis bisa memicu timbulnya
penyakit, seperti diabetes dan hipertensi.

## CARA MEDIS ##
Kini, ketika ilmu kedokteran sudah semakin maju dan mitos sering
terbukti salah, lebih bijaksana bila keinginan memilih jenis kelamin
anak dikonsultasikan pada ahlinya. Dr. Nugroho Setiawan MS, Sp.And.,
mengatakan meski keberhasilannya tidak 100%, secara medis pilih-pilih
jenis kelamin anak sudah dimungkinkan. “Kegagalan bisa saja terjadi
karena semua metode hanya dapat meningkatkan persentase keberhasilan.
Tidak ada yang bisa menjamin 100 % bahwa nanti yang keluar pasti
bayi laki-laki atau bayi perempuan,” ujar ahli andrologi dari
Klinik Grasia Jakarta ini. Berikut beberapa teori ilmiah sekitar
cara mendapatkan anak dengan jenis kelamin tertentu yang dipaparkan
Nugroho:

* Teori Akihito
Disebut demikian karena konon yang menemukan adalah kaisar Jepang
Hirohito. Lalu sang putra mahkota, Akihito, menerapkan teori ini
dan berhasil mendapatkan 2 putra dan 1 putri, sesuai dengan
keinginannya. Pada intinya teori ini berdasarkan pada penghitungan
masa ovulasi (pengeluaran sel telur) istri.
Seperti diketahui, laki-laki dalam hal ini sel sperma ada yang
memiliki kromosom seks jenis X dan Y. Sedangkan wanita punya 2
kromosom seks yang sama yaitu X dan X. Bila dalam berhubungan
intim, sperma X membuahi sel telur maka terjadilah pertemuan
kromosom X dengan X, sehingga yang didapat adalah bayi perempuan
(XX). Sebaliknya bila sperma Y yang membuahi sel telur, maka
kromosom Y akan bertemu kromosom X sehingga akan mendapat bayi
laki-laki (XY). Jadi intinya, anak laki-laki bisa diperoleh jika
sperma Y lebih dulu membuahi sel telur. Sedangkan untuk mendapatkan
anak perempuan maka sperma X yang harus lebih dulu membuahi sel
telur. Hasil penelitian juga menunjukkan masing-masing kromosom
memiliki karakter sendiri-sendiri. Sperma Y berbentuk bundar,
ukurannya lebih kecil atau sekitar sepertiga kromosom X, bersinar
terang, jalannya lebih cepat, dan usianya lebih pendek serta
kurang tahan dalam suasana asam. Sedangkan sperma X ukurannya
lebih besar, berjalan lamban, bentuknya lebih panjang, dan
dapat bertahan hidup lebih lama serta lebih tahan suasana asam.
Dari data itu bisa disimpulkan jika ingin memperoleh anak laki-
laki maka hubungan intim harus dilakukan bertepatan atau segera
setelah terjadi ovulasi (saat keluarnya sel telur dari indung
telur atau masa subur). Dengan begitu, sperma Y yang masuk ke
dalam rahim dapat langsung membuahi sel telur. Sedangkan untuk
mendapatkan anak perempuan, hubungan intim sebaiknya dilakukan
sebelum ovulasi terjadi. Misalnya, ovulasi diperkirakan terjadi
pada tanggal 10. Oleh karena itu, hubungan intim sebaiknya
dilakukan 3 hari sebelumnya, sehingga pada saat ovulasi terjadi
tinggal sperma X yang masih hidup dan membuahi sel telur.
Metode ini memang tidak praktis karena pasangan harus tahu saat
tepat berlangsungnya ovulasi. Padahal untuk mengetahui hal itu
seorang wanita harus mengukur suhu basal tubuhnya selama 3
bulan berturut-turut. Proses pengukurannya pun tidak boleh
salah, yakni dengan meletakkan termometer khusus di mulut
setiap pagi sebelum turun dari tempat tidur. Ada beberapa syarat
lain, seperti suhu ruang harus normal dan wanita tidak dalam
keadaan sakit. Lalu, hasil pengukuran itu dicatat dalam sebuah
tabel. Bila suatu hari, suhu tubuh menunjukkan peningkatan
dibanding suhu basal, berarti saat itulah ovulasi sedang terjadi.
Sayangnya, bagi wanita yang siklus haidnya tidak teratur, hal ini
tentu sulit dilakukan. Keakuratan metode ini juga rendah karena
biar bagaimana pun kita tidak tahu apakah sperma X atau Y yang
berhasil membuahi sel telur.

* Inseminasi Buatan
Inseminasi buatan, dikatakan Nugroho dapat memberikan hasil yang
lebih akurat ketimbang metode Akihito. Proses inseminasi ini
diawali dengan menampung sperma di dalam gelas hasil dari
masturbasi atau coitus interuptus. Kemudian, sperma disaring
dengan dua lapis media khusus yang kekentalannya berbeda untuk
memisahkan sperma dengan semennya, serta sperma X dari sperma Y.
Pemisahan dapat dilakukan karena berat molekul keduanya berbeda.
Sperma X akan lebih cepat mencapai lapisan bawah dibanding sperma
Y. Sedangkan dengan melihat teknik berenang keduanya, mana yang
lebih dulu bergerak ke atas, itulah sperma Y. Kemudian sperma
yang sudah dipisahkan akan disuntikkan ke dalam rahim saat istri
sedang melalui masa subur. “Jaminan keberhasilan metode ini adalah
85% untuk bayi perempuan dan 80% untuk bayi laki-laki,” papar
ahli andrologi yang juga berpraktek di RS Internasional Bintaro,
Banten.

## CARA PRAKTIS ##
Selain cara medis, ada beberapa cara praktis yang diyakini dapat
membuat pasangan memperoleh anak dengan jenis kelamin yang idam-
idamkan. Hanya saja, ahli kandungan dari RS Islam di Jakarta Timur,
dr. Muhammad Natsir, Sp.OG, M.Kes., menegaskan bahwa langkah-langkah
ini juga tidak dapat dijamin 100% keakuratannya.

(MENDAPATKAN ANAK LAKI-LAKI)
* Membilas Vagina dengan Air + Soda
Larutan untuk membilas dibuat dari campuran 1 gelas air + 2
sendok makan garam soda (natrium bikarbonat soda). Kenapa harus
dibilas seperti itu? Seperti sudah disebutkan, kromosom X bersifat
lebih tahan asam sedangkan kromosom Y bersifat kurang tahan asam
serta jalannya lebih cepat. Nah, pembilasan vagina dengan larutan
garam soda bertujuan menurunkan kadar keasaman vagina, sehingga
sperma Y lebih terjamin hidupnya dan bisa melewati liang vagina
menuju rahim untuk membuahi sel telur.

* Istri Orgasme Lebih Dulu
Biarkan istri mencapai orgasme lebih dahulu baru disusul suami.
Cairan yang dihasilkan saat wanita mengalami orgasme akan lebih
mendukung pergerakan sperma Y untuk lebih cepat sampai ke sel
telur. Semakin cepat sampai akan semakin baik, karena usia
sperma Y lebih pendek.

* Posisi Knee-Chest
Ada posisi yang diduga bisa membuat sperma Y meluncur cepat
melalui liang vagina, rahim, dan sampai ke sel telur, yaitu
posisi knee-chest (genu pektoral). Posisi dimana suami bersetubuh
dengan istri dari belakang ini disebut juga doggie style.

* Penetrasi Dalam
Semakin dalam penetrasi, maka semakin dekat jarak yang ditempuh
sperma menuju sel telur. Bila suami bisa menekan sedalam-dalamnya
saat ejakulasi berlangsung, hal ini bisa meningkatkan kemungkinan
mendapat anak laki-laki.

* “Puasa” Sementara
Untuk meningkatkan kuantitas volume spermanya, suami dianjurkan
menabung spermanya atau tidak melakukan ejakulasi sekitar 7-8 hari.
Dengan jumlah sperma yang lebih banyak per mililiternya, kemungkinan
mendapatkan anak laki-laki juga meningkat.
Puasa seks juga bertujuan menghindari kemungkinan tertinggalnya
sperma X dari hubungan intim yang dilakukan beberapa hari sebelum
masa ovulasi. Bila ada sperma X tertinggal dalam organ reproduksi
wanita, begitu tiba masa ovulasi, ia dapat langsung membuahi sel
telur. Berarti anak perempuanlah yang akan didapat. Sedangkan
jika dalam seminggu sebelumnya puasa seks dijalankan, maka sperma
Y memiliki kesempatan yang besar untuk membuahi sel telur.

(MEMPEROLEH ANAK PEREMPUAN)
* Membasuh Vagina dengan Air + Cuka Untuk meningkatkan kadar keasaman
vagina, basuhlah daerah itu dengan 1 gelas air yang sudah dicampur
2 sendok makan asam cuka. Lingkungan vagina bersuasana asam
diharapkan dapat mematikan sperma Y sehingga sperma X selamat
sampai tujuan. Volume sperma X yang banyak dapat meningkatkan
kemungkinan menghasilkan anak perempuan.

* Hindari Orgasme
Saat melakukan hubungan intim, usahakan agar ejakulasi terjadi
sebelum istri mencapai orgasme. Tanpa orgasme, sekresi alkalis
(pengeluaran substansi yang membuat daerah vagina bersifat basa)
tidak terjadi dan ini akan membuat sperma Y mati sehingga
menguntungkan sperma X yang punya daya tahan lebih baik.

* Posisi Muka Bertemu Muka
Hubungan intim dengan posisi saling berhadapan, istri di bawah
dan suami di atas sebetulnya membuat sperma tidak bisa langsung
menerobos ke mulut serviks (leher rahim). Dengan begitu waktu
yang dibutuhkan sperma pun akan lebih lama dan hal ini lebih
menguntungkan sperma X.

* Penetrasi Pendek
Penetrasi pendek dilakukan dengan cara mengangkat penis hingga
ke ujung vagina saat suami mengalami ejakulasi. Tindakan ini
berarti memperpanjang jarak sperma ke sel telur yang diduga
akan menambah persentase kesempatan sperma X mengingat daya
tahannya yang lebih kuat ketimbang sperma Y.

* Seks Teratur
Dengan seks teratur, volume sperma yang keluar otomatis lebih
sedikit karena tidak ada sperma yang ditabung. Hal ini diyakini
akan meningkatkan kemungkinan mendapatkan anak perempuan.
Kenapa? Sebelum mencapai sel telur, sperma harus melalui
perjalanan berat. Sebagian sel sperma akan mati di perjalanan,
terutama sperma Y yang berumur pendek. Akhirnya semakin lama
jumlahnya akan semakin sedikit. Nah, untuk mendapatkan volume
sperma yang sedikit, hubungan intim sebaiknya dilakukan setelah
haid, setiap 2 hari sekali hingga 2-3 hari menjelang ovulasi.
Dengan begitu, sperma X yang tahan lebih lama mungkin saja
banyak yang masih tertinggal dan akan membuahi sel telur
begitu ovulasi terjadi.

Irfan Hasuki

0 comments:

 
 
 

Tukaran Link



Cukup copy text dalam area dan paste dalam blog anda.
Saya akan segera linkback kembali.

CHAT BOX

Member

 
Copyright © HowTo Powered by: Blogger.com
Template By: Ikhsan Hafiyudin